Tanaman obat sebagai bahan dasar Herbal Taru Pramana

TANAMAN OBAT YANG BERKASIHAT OBAT SEBAGAI BAHAN RAMUAN HERBAL TARU PRAMANA

Tren global back to nature turut menyebabkan terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat akan produksi pangan organik dan obat-obatan berbasis bahan baku alam yang lebih sehat, aman dan murah..Sekitar 80% penduduk dunia telah memanfaatkan tumbuhan obat untuk memelihara kesehatan primernya dan perlu diketahui bahwa sekitar 25% obat modern berasal dari tanaman obat.
Saat ini, masyarakat sangat membutuhkan tanaman obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), meningkatkan vitalitas tubuh, pengobatan penyakit infeksi, pengobatan penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, kadar kolesterol tinggi dan kanker.
Untuk memenuhi kebutuhan akan obat berbahan alami, Badan POM telah melakukan pengembangan 35 jenis tanaman obat unggulan untuk pembuatan sediaan terstandar. Sebelumnya pada tahun 2003 telah dipilih 9 jenis tanaman obat unggulan, yaitu kunyit, temulawak, jahe merah, sambiloto, salam, cabe jawa, daun jambu biji, mengkudu serta jati belanda, dan pada tahun 2004 ditambah dengan tanaman pegagan (piduh).
Simplisia merupakan bahan alam yang digunakan sebagai obat, tetapi belum mengalami pengolahan apapun atau telah diolah secara sederhana. Simplisia berasal dari tanaman, baik berupa tanaman utuh, maupun bagian tanaman (seperti daun, bunga, buah, kulit buah, biji, kulit batang, kayu, akar, rimpang), eksudat tanaman disebut sebagai simplisia nabati. Eksudat tanaman bias merupakan isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dipisahkan dari tanaman dan belum berupa zat kimia murni.
Adapun jenis-jenis simplisia nabati adalah sebagai berikut :
1.    Herba (herba)
Herba merupakan seluruh bagian tanaman obat mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buah yang berasal dari tanaman jenis terna yang bersifat herbaceous. Contohnya ; pegagan.
2.    Daun (folium)
Bisa dikatakan, daun adalah jenis simplisia yang paling sering digunakan dalam pembuatan ramuan herbal. Simplisia tersebut bisa berupa daun segar atau kering dan dapat berupa pucuk daun seperti the atau daun tua seperti daun salam.
3.    Bunga (flos)
Bunga yang digunakan sebagai simplisia dapat berupa bunga tunggal atau majemuk.
4.    Buah (fructus)
Buah untuk simplisia biasanya dikumpulkan setelah masak.
5.    Kulit Buah (pericarpium)
Kulit buah dikumpulkan dari buah masak seperti kulit buah jeruk.
6.    Biji (semen)
Biji biasanya dikumpulkan dari buah yang sudah masak.
7.    Kulit kayu (cortex)
Kulit kayu merupakan bagian terluar dari batang pada tanaman tingkat tinggi.
8.    Kayu (lignum)
Kayu yang biasa digunakan sebagai simplisia merupakan kayu tanpa kulit. Pemotongan kayu biasanya dilakukan miring sehingga permukaan menjadi lebar. Kadangkala berupa serutan kayu.
9.    Akar (radix)
Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Tugas akar selain memperkuat tegaknya tumbuhan, menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah, kadang-kadang juga sebagai tempat untuk menimbun makanan. Menurut bentuknya, dibedakan 2 macam akar yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang hanya terdapat pada tumbuhan yang ditanam dari biji. Akar untuk simplisia bisa dari tanaman rumput, perdu, atau tanaman berkayu keras. Simplisia akar dikumpulkan ketika proses pertumbuhannya terhenti.
10.    Umbi (tuber)
Umbi merupakan penjelmaan batang atau akar sehingga dibedakan menjadi umbi batang dan umbi akar. Untuk menjadi simplisia, umbi dipotong miring agar permukaan menjadi lebar. Bila umbi bersifat toksik (beracun), sebelum digunakan umbi perlu diproses terlebih dahulu dengan cara perendaman atau pengukusan. Contoh umbi akar serabut adalah singkong dan umbi akar tunggang adalah lobak, sementara contoh umbi batang adalah kentang.
11.    Rimpang (rhizome)
Rimpang merupakan batang dan daun yang terdapat didalam tanah, bercabang-cabang, dan tumbuh mendatar. Dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul keatas tanah dan menjadi tumbuhan baru. Kunyit merupakan salah satu contoh jenis rimpang yang biasa dijadikan simplisia.
12.    Umbi lapis (bulbus)
Umbi lapis merupakan perubahan bentuk dari batang beserta daunnya menjadi umbi yang berlapis-lapis karena daunnya tebal, lunak, dan berdaging. Contoh dari umbi lapis antara lain bawang merah dan bawang bombay.

Untuk mengumpulkan simplisia, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut ;
1.    Bagian tanaman yang akan dipanen
Hal yang perlu diketahui dari tanaman obat adalah bagian mana dari tanaman yang dapat diambil untuk simplisia, misalnya daun, bunga, buah, akar, atau rimpang. Hal ini karena zat berkhasiat tidak terdapat pada seluruh bagian pada tanaman. Kadangkala, ada beberapa bagian dari tanaman justru beracun dan tidak dikehendaki. Bila yang dikumpulkan daun, sebaiknya tidak tercampur dengan bagian lain dari tanaman seperti biji, bunga, atau tangkai. Dengan demikian, penyortiran pascapanen sangatlah diperlukan.
2.    Umur tanaman
Umur tanaman menentukan jumlah kandungan zat aktif dalam tanaman sehingga kandungan zat aktif di bagian-bagian tanaman tidak selalu tetap dari waktu ke waktu.
3.    Waktu panen
Usahakan pemanenan dilakukan pada saat tanaman memiliki kandungan zat aktif paling tinggi. Misalnya, untuk mendapatkan minyak asiri yang optimal, pemanenan dilakukan pada pagi hari dan langsung diolah ketika masih segar. Sedangkan untuk mendapatkan amilum, sebaiknya pemanenan dilakukan pada sore hari. Daun dikumpulkan sewaktu tanaman hampir berbunga, bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar, buah dipanen ketika sudah masak, dan biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna.

Istilah dalam meramu obat herbal
�l    Merebus
Memasukkan simplisia ke dalam panci  berisi air, perebusan dilakukan sampai cairan tersisa separuhnya atau sepertiganya, sesuai dengan ketentuan yang didasarkan pada daya larut zat aktif dari simplisia.
�l    Memipis
Menghaluskan ramuan herbal dengan menggunakan batu giling.
�l    Menggiling
Menghaluskan simplisia dengan menggunakan alat giling
�l    Menggongseng
Menggoreng simplisia tanpa minyak
�l    Mengembunkan
Meletakkan ramuan herbal berupa air teh  atau air rebusan simplisia dalam wadah seperti cangkir di ruang terbuka pada malam hari sampai pagi hari.
�l    Menyeduh
Menyiram atau mencampur simplisia dengan air panas
�l    Tim
Mengukus dengan alat khusus berupa panci 2 tingkat, yakni bagian bawah berisi air dan bagian atas merupakan tempat meletakkan simplisia dalam mangkuk. Panci ini kemudian diletakkan diatas api sehingga air bagian bawah mengeluarkan uap panas dan memanasi simplisia dalam mangkuk.

Dari begitu banyaknya jenis-jenis tanaman obat tradisional yang sampai sekarang masih digunakan oleh para “Balian” yang ada didaerah Bali, didalam tugas ini kami hanya membahas tanaman obat yang berkhasiat panas saja.

Semoga bermanfaat

 

INyoman Sridana, S.Kes.H

Mengatasi Hypertensi

Solusi Sehat “Ayurveda”
Mengatasi Hipertensi

BINAHONG OBAT AMPUH ATASI HYPERTENSI
dan STROKE

HYPERTENSI

Penyebab terjadinya hypertensi karena kegemukan, sensitifitas garam, minuman alkohol berlebihan, kurang aktifitas fisik, faktor keturunan/genetik, pembuluh arteri kaku, perokok berat, usia tua, obat-obatan. Gejala  terjadinya Hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala / pusing, tengkuk terasa pegal dan muka merah. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya. Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit dari pada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Pada kasus Hipertensi primer mungkin masih dapat dirawat. Didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi primer lebih besar.

Pantangan bagi penderita hypertensi hindari makanan dengan garam berlebihan, hindari minuman bersoda, kurangi makan daging, kerang, kepiting, susu, camilan yang gurih / asin,  hindari makanan dengan pengawet sodium / naturium, makanan ikan asin, telur asin, otak, petsin, jeroan, sarden, udang, dan cumi dan lainnya yang bisa merangsang kekentalan darah dan tertumpuknya kerak pada pembuluh darah.

Pencegahan terhadap hypertensi dengan mengkomsumsi banyak makan sayuran segar, buah segar, tempe, tahu, kacang-kacangan, putih telur, gula murni, minyak nabati kecuali minyak kelapa, ikan, minyak zaitun, hindari asap rokok, makan-makanan yang berserat dan jus buah, minum teh hijau, susu yang rendah lemak, minum banyak air putih, dan sedapat mungkin mengunyah makanan dengan sempurna.

Obat herbal penurun tensi yang mudah kita dapat sebagai olahan makanan antara lain alpukat, komsumsi cukup bawang putih, blimbing wuluh asam, blimbing manis dan juga labu siam.
Contoh pemakaian: rebus 5 lembar daun alpukat dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar 2 gelas. Setelah dingin lalu di minum masing-masing satu gelas. Lakukan 3x sehari minimal sampai sembuh.  (tanaman obat hypertensi: 1. Alpukat, 2. Bawang putih, 3. Blimbing asam- wuluh, 4. Blimbing manis, 5. Borokoli, 6. Bunga matahari, 7. Boni, 8. Cincau, 9. Daun sendok, 10. Ginjean, 11. Jamur kayu, 12. Ketepeng kecil, 13. Compri, 14. Kunyit, 15. Labu siam, 16. Mahogani, 17. Mentimun, 18. Mengkudu, 19. Mondokaki, 20. Murbei, 21. Pegagan, 22. Pepaya, 23. Pulai, 24. Pula pandak, 25. Sambiroto, 26. Sambung nyawa, 27. Seledri, 28. Siantan, 29. Tapak dara, 30. Tempuyung, 31. Teratai, 32. Teratai kerdil, 33 daun Binahong)

HERBAL BINAR

Herbal Binar terbuat dari daun dan buah Binahong asli tanpa pengawet sintetik dan pewarna buatan.

Berkhasiat untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, typus, disentri, kesegaran jasmani (tambah telur dan madu), mencegah stroke, asam urat dan sakit pinggang, selain itu…
* Batuk/muntah darah : 10 lembar daun diminum per hari.
* Paru-paru/bolong : 10 lembar daun diminum per hari.
* Kencing manis : 11 lembar daun diminum per hari.
* Sesak nafas : 7 lembar daun diminum per hari.
* Borok akut(menahun) : 12 lembar daun diminum per hari.
* Patah tulang : 10-20 lembar daun diminum per hari.
* Darah rendah : 8 lembar daun diminum per hari.
* Radang ginjal : 7 lembar daun diminum per hari.
* Gatal-gatal/eksim kulit : 10-15 lembar daun diminum per hari.
* Gegar otak ringan/berat : 10 lembar daun diminum per hari
* Disentri/buang air besar : 10 lembar daun diminum per hari.
* Ambeyen berdarah : 16 lembar daun diminum per hari.
* Hidung mimisan : 4 lembar daun diminum per hari.
* Habis bedah/operasi : 20 lembar daun diminum per hari.
* Luka bakar : 10 lembar daun diminum per hari.
* Kecelakaan/benda tajam : 10 lembar daun diminum per hari.
* Jerawat : 8 lembar daun diminum per hari.
* Usus bengkak : 3 lembar daun diminum per hari.
* Gusi berdarah : 4 lembar daun diminum per hari.
* Kurang nafsu makan : 5 lembar daun diminum per hari.
* Kelancaran haid : 3 lembar daun diminum per hari.
* Habis bersalin/melahirkan : 7 lembar daun diminum per hari.
* Menjaga stamina tubuh : 1 lembar daun diminum per hari.
* Penghangat badan : 5 lembar daun diminum per hari.
* Lemah syahwat : 3 lembar daun diminum per hari.

Kebetulan penulis juga belajar tentang pengobatan Ayurveda di fakultas Kesehatan Ayurveda UNHI Denpasar. Mari melestarikan budaya Usada Bali yang adiluhung, kita kemas obat usada dengan kemasan sesuai jaman sekarang, dengan sentuhan kemasan modern tentunya bisa menjadi go international. Sehingga penulis telah memproduksi beberapa obat traditional Usada Bali yang bahan obatnya dari tanaman obat disekitar kita. Untuk info lebih lanjut bisa hubungi agent atau redaksi majalah crada. Atau kunjungi web Visionbali Herbal Indonesia di situs online atau emai. Kami memproduksi beberapa ramuan herbal seperti mengatasi asam urat, reumatik, kaki kesemutan, nyeri persendiaan, kencing batu, tetes mata ayurveda, mengatasi maag, strok, sambelit/ambien, lemah syahwat/penyubur gen, ramuan pengurus badan, mengatasi kanker dls. Menerima pesanan ramuan obat traditional lainnya. Penulis praktisi pengobatan ayurveda sekaligus mahasiswa jurusan ayurveda,  petani, pembisnis export-import, pelaku pariwisata, properti international dan motivator bisnis serta pencinta spiritual menuju hidup damai, ceria dan Bahagia di Semesta.

 

Untuk informasi lebih lanjut untuk organisasi ini bisa di hubungi N. Danny Sridana, di Jalan Tukad Badung XXIII No. 27 Renon, Denpasar. Phone : 0361 7426261

 

Mengatasi Hipotensi

Solusi Sehat “Ayurveda”
Mengatasi Hipotensi

Obat herbal yang sangat bermanfaat bagi kita yang memili tensi rendah:
Berikut adalah solusi alami yang dapat membantu anda menaikkan tekanan darah, seseorang yang memiliki darah rendah dengan ciri-ciri umum sebagai berikut: tensi dibawah 100/80 mmHg, sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga. Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh. Sedikan setengah genggam atau 5 tangkai lengkap akar dan daun bayam duri (bayam merah yang beduri, seperti bayam cabut dijual dipasar-pasar) dibersihkan lalu dipakai jus , bisa diisi air setengah gelas. Lalu campurkan dengan satu senduk teh garam dapur dan sebutir kuning telor ayam kampung atau telor bebek. Serta satu sendok makan madu asli. Ramuan ini diminum. Ulangi lagi, 3x sehari (pagi, siang, sore hari). Usahakan minum banyak air putih. Sesekali minum kopi agar memacu peningkatan detup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat. Bisa juga ditambah mengkonsumsi telor asin atau mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam. Selain itu, coklat, lada, hati ayam kampung/sapi/kambing, mentega, keju dan jahe merah katanya juga bagus untuk orang yang menderita tekanan darah rendah. hindari makanan-makanan yang asam. Jangan makan ketimun, daun kelor, blewah, bawang putih, bawang Bombay.  Sate Kambing: Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya. Kacang ijo cukup baik juga menaikkan tekanan darah. Selamat mencoba!!!

Obat herbal yang sangat bermanfaat bagi kita yang memili tensi rendah:
Berikut adalah solusi alami yang dapat membantu anda menaikkan tekanan darah, seseorang yang memiliki darah rendah dengan ciri-ciri umum sebagai berikut: tensi dibawah 100/80 mmHg, sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga. Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh. Sedikan setengah genggam atau 5 tangkai lengkap akar dan daun bayam duri (bayam merah yang beduri, seperti bayam cabut dijual dipasar-pasar) dibersihkan lalu dipakai jus , bisa diisi air setengah gelas. Lalu campurkan dengan satu senduk teh garam dapur dan sebutir kuning telor ayam kampung atau telor bebek. Serta satu sendok makan madu asli. Ramuan ini diminum. Ulangi lagi, 3x sehari (pagi, siang, sore hari). Usahakan minum banyak air putih. Sesekali minum kopi agar memacu peningkatan detup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat. Bisa juga ditambah mengkonsumsi telor asin atau mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam. Selain itu, coklat, lada, hati ayam kampung/sapi/kambing, mentega, keju dan jahe merah katanya juga bagus untuk orang yang menderita tekanan darah rendah. hindari makanan-makanan yang asam. Jangan makan ketimun, daun kelor, blewah, bawang putih, bawang Bombay.  Sate Kambing: Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya. Kacang ijo cukup baik juga menaikkan tekanan darah. Selamat mencoba!!!

Kebetulan penulis juga belajar tentang pengobatan Ayurveda di fakultas Kesehatan Ayurveda UNHI Denpasar. Mari melestarikan budaya Usada Bali yang adiluhung, kita kemas obat usada dengan kemasan sesuai jaman sekarang, dengan sentuhan kemasan modern tentunya bisa menjadi go international. Sehingga penulis telah memproduksi beberapa obat traditional Usada Bali yang bahan obatnya dari tanaman obat disekitar kita. Untuk info lebih lanjut bisa hubungi agent atau redaksi majalah crada. Atau kunjungi web Visionbali Herbal Indonesia di situs online atau emai. Kami memproduksi beberapa ramuan herbal seperti mengatasi asam urat, reumatik, kaki kesemutan, nyeri persendiaan, kencing batu, tetes mata ayurveda, mengatasi maag, strok, sambelit/ambien, lemah syahwat/penyubur gen, ramuan pengurus badan, mengatasi kanker dls. Menerima pesanan ramuan obat traditional lainnya. Penulis praktisi pengobatan ayurveda sekaligus mahasiswa jurusan ayurveda,  petani, pembisnis export-import, pelaku pariwisata, properti international dan motivator bisnis serta pencinta spiritual menuju hidup damai, ceria dan Bahagia di Semesta.

Untuk informasi lebih lanjut untuk organisasi ini bisa di hubungi N. Danny Sridana, di Jalan Tukad Badung XXIII No. 27 Renon, Denpasar. Phone : 0361 7426261

 

Jenis jenis tanaman Herbal

DALAM USADA TARU PRAMANA


No. Nama dalam Usada Taru Pramana (UTP) Nama Ilmiah Manfaat penyembuhan  penyakit dalam usada Olahan herbal dalam UTP
1 Ampel gading Semug-semug Sembur
2 Amplas Belatukan Olesakcna
3 Ancak Ficus religiosa Kenyel Odak cokor
4 Awar-awar Tuju brahma Loloh
5 Awar-awar brahma Ngutah mising, gugut lelipi poleng Ulig, Tahap, urapin
6 Basa basa Clausena sp Papuser mising Ulig, Tempelang
7 Base / sirih Piper betle L Limuh Loloh
8 Buyung-buyung Vernonia cineria less Ayan Simbuh
9 Bawang brahma Tumisinan Tutuh
10 Bawang-bawang Premna obtusifolia Mejen Uap
11 Belatung gada Cereus hexagonus Ila Ulig, boreh
12 Bila Crescentia cujute L Beteg Wedak
13 Bingin Ficus benjamina L Pamalinan, rasa Sembur
14 Beligo Sakit nangis Loloh
15 Belimbing manis Aoerhoa bilimbi Dekah, beling Loloh ,urapin
16 Belimbing besi Dekah Tutuh
17 Bunut bulu Ficus annulata Dekah Simbuh
18 Cemara Jaran goyang, piwelas Cakcak, ulig, tutuh
19 Cenana Santalum albumm L Rare jampi Loloh
20 Cepaka kuning Gadak Sembur weteng
21 Cenangga Panes, ngebus Loloh
22 Cerancang kawat Asparagus sp Berung, koreng kangkangan Lablab, ngeses
23 Cereme Phyllanthus acidus Tatu jampi Ulig, tempelakena
24 Dagdag Pisonia alba span Batis bablunan Boreh
25 Damuh damuh Merremia emarginata HALL Madebe panak Uap
26 Dapdap Erythrina sp Bengke weteng Peres sembarakena
27 Delima Punica granatum L Basang Loloh
28 Gading kasturi Dekah Loloh
29 Galing galing Cayratia trifolia Sakit mejen Uap
30 Gamongan Tangan kiting Tempelakena
31 Gatep Mejen Loloh, inumakena
32 Gedang Carica papaya Gugut lelipan Ngolesin
33 Gendola Bassella rubra L Mutah nayar Loloh
34 Ikuh lutung achalipa hispida Sakit tumbuhan Urapin
35 Ingan – ingan Tan bisa lumaku Tigtig
36 Jali Coix lacryma-jobi L Buta Tutuh
37 Jarak Anyang-anyangan, bongol Loloh, uap , sembur
38 Jempiring Sakit mamegeng Sembur muania
39 Jepun Plumeira acumminata Srt Bangkiang Wedak, urapang
40 Jeruju Tuju Boreh
41 Juet Euginis cuminiDruse kongkangan Urapin
42 Kaleasih Mejen Tutuh
43 Kalenco Beteg Boreh
44 Kalean Bleghia sp Mising Loloh
45 Kaliki kita Katimumbulan Tempel
46 Kaliyombo Sakit gigi Urapin ring pipi
47 Kamurugan Puruh Simbuh ring jidat
48 Kangkang yuyu Sakit Tunggah Simbuh
49 Kapas Ngetug Papuser
50 Kapasan Gossypium sp Ngebus Loloh
51 Kapohpoh Waduk mobot Uap
52 Kasa kasa Beling sue nyakit Panyeseh
53 Kasegsegan Sula Tutuh
54 Kecubung Datura metel L Papasangan Ulig, boreh
55 Kedongdong Berung Ngese, temoel
56 Kekara manis Phaseulus lunatus .L Jampi Loloh
57 Keladi Colocasia esculentum schott Uyang Wedak cokor
58 Keladi goak Upas kerayapan Wedak
59 Kelor Moringga oliefera Mata Saring ketell
60 Kembang kuning Sakit tunggah Tutuh
61 Kenarak Delu-delu Simbuh
62 Kenari Janma langu Loloh
63 Kepah Sterculia foetida L Rumpuh Ulig, odak
64 Kepah hai Stercukea foetida L Gugut lelipi Ulig, odak
65 Kepasilan jeruk Ngutah utah Tutuh
66 Kepel Manglietia glauca Wang nyakit Inum
67 Kepuh Beteg Boreh
68 Kepundung Beteg pipi Sembarakena
69 Kesawi bang Tunggah Loloh
70 Kesimukan Paederia foetida L Keni sasab Pupuh
71 Ketimun gantung Karuron Loloh
72 Ketimun uku Beling tigang sasih Sembur
73 Kelampuak Eugena spp Gering (keneng) Loloh
74 Kerasi Punyah Loloh
75 Keroya Ficus infectoria Tiwang Simbuh
76 Kaselegui Sida hombhifolia Panas Loloh, uap
77 Kuanta Rangsek Simbuh
78 Kutuh Rare blayuran ring lidah Upin toyane
79 Lambon kutuh Sakit awak odak
80 Lili gundi itex trifolia L Panes Usugakena
81 Lili gundi kebo Rumpuh Odakang
82 Limawa / mawa Sengi-sengi Tutuh
83 Limo / lemo Citrus amblicarpa Kesemutan Ulig, loloh
84 Majeggawu Aquilaria sp Delu-delu, muntah Loloh
85 Manas / nenas annanas SP Rasa Peres- Loloh
86 Nenas bang Tulang Tutuh, irung
87 Manggis Kerambit naga Olesang
88 Miana / Iler Coleus scutellarioides Panyingakan tumbuhan Loloh
89 Mica Pengeng Simbuh
90 Munggi Mata buta Urap
91 Nangka Ngenyeb Urapakena
92 Nyuh gading Cocos nucifera L Keponggoran dewa Nglukat
93 Pahang Acasia robusta willd Mamegeng Loloh
94 Padi padi Beseh ring muannya, Mata barak Simbuh
95 Pakel Mangifera SP Nubo beling Ulig, saring, inum
96 Paya Limuh Tahap
97 Paku jukut Tan arep mangan Loloh
98 Paku lelipi Gancer teledu Ulig, oles
99 Palit sedengan Netra Saring, Keteli
100 Pancar sona Tinospora coriaceae BEUMEE Ngenyeb Ulig, tahap
101 Pangi Pangium edule Tamisinan Tutuh
102 Papcron Rare belahan Nampel
103 Pengeng-pengeng Puruh Nyampi jidat
104 Penyisih Phyllanthus buxifolius Bebai Tutuh
105 Pepe Sarcostemma esculentum Mutah bayar Loloh, wedak
106 Piling Abrus precantorius L Bedak Inum
107 Pas pasan Leleng edan Uap
108 Poh amplem Pemali Sembur
109 Poh gedang Mangifera indica Keruron Urap
110 Poh weni Mangifera sp Ngetug Sembur
111 Pucuk Beling(seseh) Loloh
112 Pulc Ngebus Ulig, inumakena
113 Pulc sai Leleng edan Loloh
114 Pulet Beseh Ulig, urapan
115 Puring Kuping Upin
116 Raso Rare nangis Tigtig
117 Sambung tulang Euphorbia turicalli L Kusta Gebeg
118 Samblung Ayan Uap
119 Sekapa Dioscorea hispida L Bongkek Ulig, urapan
120 Sempol Hedychium ceronarium Panyuryan Tutuh
121 Sembung Blumea balsamifera DC Sebaa Loloh
122 Sentul Mising Sembur
123 Silikaya Annona Squamosa l Ngoon Wedak
124 Silikaya jawa Embet Sembur
125 Sotong / jambu biji Pangemped mising Papuser ring pungsed
126 Sumaga Citrus SP Tuju Odak
127 Sumanggi Marselia crenata Koreng Ngesesin
128 Suren Beseh Urapin
129 Tabia bun / dakep Piper retrofractum Ayan Ulig, inum
130 Tangi Lager stoemia Uyang Odak
131 Tunjung Sakit buh Simbuh
132 Tapis tapis Beseh ring pahania Oles
133 Taru api Ila Campurakena, odak
134 Taru bang Tilas Olesakena
135 Taru buwok Nyakitati ??
136 Taru buhu Albizia procera Tuju bengang Loloh
137 Taru mas Mejen Inum
138 Taru manis Sauropus androginus Sakit seret Loloh
139 Taru merak Caesalpinnia pulcerrima L Gadak Pupuk pabahan
140 Taru musi Tilas Sembur
141 Taru pala Sula Simbuh
142 Taru pulir Ngetug Tutuh
143 Taru sikep Alis kejit-kejit, bungut bujuh Sembur
144 Taru suri Nelu Ulig, inum
145 Taru terrong Sarab Odak
146 Taru udak Pandanus amaryllifoius Gereng-gereng suarania Loloh
147 Tebu malem Sakit buh Tutuh irung
148 Teep Lidah Urapin
149 Teleng Clitoria ternatea L Tiwang sesak Simbuh muania
150 Teter Solanum erbascifolium Gigi Urapang
151 Tigaron Crataeva nurvala buch. Ham Gendeng gendengan Tutuh mata
152 Tihih Entelan telapakan bais Ulig, tambus, tempel
153 Tilap Sakit buh Loloh
154 Tinga tinga Sakit memedak Loloh
155 Tingkih / kemiri Aleurites molluccana willd Kepus udel Papuser
156 Tingulun Protium javanicum Mising Loloh
157 Tuhung Ngoon Odak-raga
158 Uduh Pinanga coronata Irung  Tutuh
159 Wuut wuhut Aleurite moluccana Lung Loloh, Boreh
160 Uyah uyah Ficus quercifolia ROXB Koreng Urapin
161 Wani Mangifera caesia jack Curek Ngetelin

 

Cara Pengolahan Bahan Herbal

PEMANFAHATAN TANAMAN YANG BERKASIHAT OBAT DISEKITAR KITA

Cara Pengolahan Bahan Herbal
Oleh N. Danny Sridana

  • Jenis-jenis bentuk obat herbal (fito-farmaka)

Obat herbal ada berbagai jenis dan bentuk, hal itu terjadi tergantung pemberi resep / pemberi petunjuk dan jenis bahan serta cara mengomsumsinya. Adapun bentuk-bentuk yang umum kita ketahui seperti:

      • Bentuk Boreh / lulur: ini dipakai dengan cara melulurkan kebagain yang sakit diaplikasikan sebgai obat luar. Tujuannya untuk mengeluarkan angin dan keringat (air) yang berlebihan didalam badan, yang menimbulkan efek segar terutama setelah bekerja seharian.
      • Bentuk palet/tablet/kapsul: berisi bubuk yang disiapkan dengan tujuan mudah mengomsumsi, hal ini sangat menguntungkan untuk obat yang memiliki rasa sangat pahit, pedas, atau bau yang kurang sedap.
      • Jamu berupa loloh (infusa) dengan cara mengekstraksi tanaman obat yaitu direbus terlebih daulu dengan suhu sekitar 90 derajat Celcius selama 15 menit lalu didinginkan kemudian diminum dalam keadaan panas atau dingin. Bertujuan agar kandungan zat aktifnya menyatu dengan air resbusan.
      • Jamu kental / pekat (dekok/dekokta) yaitu sediaan berupa jamu yang direbus dengan suhu 90 derajat celcius selama 30 menit.
      • Bentuk teh yaitu: ramuan obat herbal tersebut dibersihkan lalu diseduh dengan air panas atau dilakukan perendaman untuk beberapa saat (bisa bahan masih basah atau sudah dikeringkan terlebih dahulu).
      • Obat kumur dan obat cuci mulut (gargarisma dan kolutorium) umumnya dari tanaman yang berkasihat sebagai astrigen yang dapat mengencangkan atau melapisi selaput lendir mulut dan tenggorokan. Seperti kita membuat obat kumur dari daun sirih.
      • Bentuk sirup yaitu suatu sediaan obat herbal yang dibuat berupa sirup. Suatu larutan bahan aktif dari tanaman dilarutkan dengan sakarosa (gula cair). Kandungan gula yang dicairkan tidak kurang dari 64% dan tidak lebih dari 66%.
      • Permentasi (tingtur) suatu bahan herbal yang dipermentasi selama beberapa hari (disekeb) maserasi atau perkolasi dalam istilah kesehatan.
      • Bentuk sediaan ekstrak yaitu: suatu pengeringan dari sari pati dari tanaman herbal kemudian dijadikan tepung yang siap dikomsumsi. Biasanya dimasukkan ke dalam kapsul sesuai dosis agar mudah untuk mengomsumsinya.


Cara yang paling baik untuk mendapatkan dosis bagus dan qualitas yang tepat dengan cara Merebus/ digodok

Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panci email. Panci dari bahan besi, aluminium, atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus. Hal ini perlu diingat karena bahan tersebut dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun, atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.
Gunakan air yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecuali ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut: bahan obat dimasukkan ke dalam pot tanah, masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air berada sekitar 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap ke dalam bahan ramuan obat.
Apabila nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Meski demikian, adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri-sendiri sewaktu erebus bahan obat. Sebagai contoh, obat yang berkhasiat tonik umumnya direbus dengan api kecil, sehingga zat berkhasiatnya dapat secara lengkap dikeluarkan dalam air rebusan. Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung racun perlu direbus dengan api kecil dalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan keringat, seperti ramuan obat untuk influenza dan demam. Hal ini dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan berlebihan dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapat dicegah.
Apabila tidak ditentukan khusus, perebusan dianggap selesai ketika air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula. Namun jika bahan obat yang direbus banyak yang keras seperti biji, batang, dan kulit kayu maka perebusan selesai setelah air tersisa sepertiganya. Berikut ini cara perebusan yang sedikit berbeda dari cara konvensional yang telah diuraikan diatas, karena adanya bahan-bahan yang memerlukan perlakuan khusus.

  • Direbus terlebih dahulu. Dilakukan bila ada bahan obat yang bear atau keras dan sukar diekstrak seperti kulit kerang atau bahan mineral. Bahan tersebut perlu dihancurkan dan direbus lebih dahulu 10 menit sebelum bahan lain dimasukkan.
  • Direbus paling akhir bila ada bahan obat yang mudah menguap atau bahan aktifnya mudah terurai. Contoh: papermint, atau bahan pewangi. Bahan tersebut biasa dimasukkan paling akhir, kira-kira 4-5 menit menjelang rebusan obat ditingkat.
  • Direbus dalam bungkusan. Beberapa bahan obat harus dibungkus terlebih dahulu dengan kain sebelum direbus untuk mencegah timbulnya kekeruhan, lengket, dan terbentuknya bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokan.
  • Didihkan perlahan-lahan atau direbus terpisah. Maksudnya untuk menghindari rusaknya zat berkhasiat atau terserapnya zat tersebut bila direbus dengan bahan lain. Contohnya ginseng, bahan ini perlu diiris tipis-tipis kemudian direbus terpisah dalam pot tertutup dengan api kecil selama 2-3 jam.
  • Dilarutkan dengan penyeduhan. Dilakukan bila ada obat yang lengket, kental, atau mudah terurai bila direbus terlalu lama dengan bahan obat lainnya, atau mudah melekat di dinding pot maupun dibahan obat lain sehingga menghambat keluarnya zat aktif obat lain. Contoh gelatin kulit kedelai, dimasukkan dalam cangkir terpisah lalu diseduh dengan air rebusan obat.

 

Salam sehat dari VisionBali Herbal Indonesia,
Jl Tukad badung XXIII/27 Renon Seltan, Denpasar.- Bali