Perbedaan Pendekatan Ilmu Medis moderna dan pendekatan Komplementer

Pendekatan pengobatan Komplementer diterapkan oleh tokoh ilmu kesehatan masyarakat Yunani Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah kesehatan melalui “hidup seimbang”, menghindari makanan / minuman beracun, makan makanan yang bergizi (baik), cukup istirahat dan melakukan olahraga. Apabila orang yang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, antara lain lebih baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik daripada dengan pengobatan / pembedahan. Ia cenderung melakukan upaya-upaya mengatasi penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadinya penyakit (preventive health care). Pendekatan preventif bercirikan sebagai berikut: 1) Sasaran atau pasien adalah masyarakat (bukan perorangan) masalah-masalah yang ditangani pada umumnya juga masalah-masalah yang menjadi masalah masyarakat, bukan masalah individu. Hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat (sasaran) lebih bersifat kemitraan tidak seperti antara dokter-pasien.; 2) Pendekatan preventif lebih mengutamakan pendekatan proaktif, artinya tidak menunggu adanya masalah tetapi mencari masalah. Petugas kesehatan masyarakat tidak hanya menunggu pasien datang di kantor atau di tempat praktek mereka, tetapi harus turun ke masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat, dan melakukan tindakan dan; 3) Pendekatan preventif melihat klien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan yang holistik. Terjadinya penyakit tidak semata-mata karena terganggunya sistem biologi individual tetapi dalam konteks yang luas, aspek biologis, psikologis dan sosial. Dengan demikian pendekatannya pun tidak individual dan parsial tetapi harus secara menyeluruh atau holistik (Notoatmodjo. 2003).

Pendekatan pengobatan medis / ilmu barat dilakukan oleh seorang dokter pertama  yaitu tokoh ilmu kesehatan masyarakat Yunani Asclepius yang disebutkan sebagai seorang dokter pertama bahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu (surgical procedure) dengan baik. Asclepius yang mengajarkan pada pengikutnya yang cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif (pengobatan). Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit baik fisik, psikis, mental maupun sosial (curative health care). Pendekatan kuratif dicirikan dengan: 1) Secara umum dilakukan terhadap sasaran secara individual, kontak terhadap sasaran (pasien) pada umumnya hanya sekali saja. Jarak antara petugas kesehatan (dokter, drg, dan sebagainya) dengan pasien atau sasaran cenderung jauh. 2) Pendekatan kuratif cenderung bersifat reaktif, artinya kelompok ini pada umumnya hanya menunggu masalah datang. Seperti misalnya dokter yang menunggu pasien datang di Puskesmas atau tempat praktek. Kalau tidak ada pasien datang, berarti tidak ada masalah, maka selesailah tugas mereka, bahwa masalah kesehatan adalah adanya penyakit dan; 3) Pendekatan kuratif cenderung melihat dan menangani klien atau pasien lebih kepada sistem biologis manusia atau pasien hanya dilihat secara parsial, padahal manusia terdiri dari kesehatan bio-psikologis dan sosial, yang terlihat antara aspek satu dengan yang lainnya (Notoatmodjo. 2003).

anda pilih yang mana?
semua adalah pilihan anda sesuai konsekwensinya masing-masing. anda ingin menghilangkan keluhan dengan cepat atau anda mau penyakitnya sembuh dengan sempurna?

Manfaat bawang hitam

BLACK GARLIC (BAWANG PUTIH YANG DIFERMENTASIKAN)

Black Garlic adalah Bawang Putih yang telah di proses secara alamiah pada suhu tertentu dalam waktu yang lama dan cukup panjang sehingga menghasilkan kandungan dan formulasi kimiawi baru ,dengan efek farmakologis yang baru itu menjadikan Black Garlic sebagai salah satu bahan herbal yang sangat di butuhkan sebagai Suplemen untuk Menjaga Kesehatan, Stamina dan Vitalitas Tubuh. Black Garlic merupakan herbal ajaib yang langka.Telah dipakai ribuan tahun oleh bangsa China, Jepang dan Korea sebagai Suplemen Kesehatan dan Obat untuk membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit kronis
Bawang putih dapat diolah dengan cara fermentasi dan menghasilkan bawang hitam atau black garlic. Black garlic merupakan produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan pada suhu 65 – 80ºC dengan kelembapan 70 – 80% dari suhu kamar selama satu bulan (Wang et al, 2010). Black garlic memiliki warna hitam, ringan karena kadar airnya berkurang dan mempunyai aroma serta rasa yang tidak terlalu menyengat seperti bawang putih. Dalam bawang putih hitam, S-allylcysteine membantu penyerapan allicin sehingga metabolisme perlindungan terhadap infeksi bakteri menjadi lebih mudah (Abusufyan, 2012). Hasil penelitian Lee (2009) menyebutkan nilai TEAC antioksidan bawang putih dan black garlic adalah 13,3± 0,5 dan 59,2 ± 0,8 µmol / g basah. Black garlic mempunyai aktivitas antioksidan lebih kuat dari bawang putih sehingga bisa digunakan untuk mencegah komplikasi diabetes.
Black garlic memiliki sifat antibakteri lebih kuat, serta antioksidan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih biasa karena mengandung S-allycysteine (Anonim, 2013). Hasil penelitin Bae (2014), semakin lama waktu fermentasi black garlic maka kandungan S-allycysteine (SAC) semakin meningkat. Dengan adanya senyawa antibakteri yang lebih tinggi dari bawang putih diharapkan dapat lebih efektif untuk mengatasi prokariotik patogenik penyebab penyakit.

Manfaat BLACK GARLIC / BAWANG PUTIH HITAM
Melihat bawang putih adalah bahan anti kanker, maka Black Garlic yang mempunyai kelebihan dari khasiat bawang putih biasa. Begitu juga dengan penyakit lain, dimana khasiat dalam Black Garlic juga sangat berguna untuk:
► Mengobati Kolestrol,
►Tekanan darah tinggi,
►Tumor
► Kanker
►Myom
► Awet Muda
►Mempercantik Kulit
► Membersihkan Darah
► Mengobati Penyakit yang berkaitan dengan paru paru seperti asma, batuk, sesak nafas.
►Mencegah Stroke/Serangan Jantung
►Memperbaiki sistem pencernaan, dengan detoksifikasi
► Meringankan penyakit Parkinson
► Membantu penderita Diabetes dengan mengkawal glukosa dalam darah dan meningkatkan insulin
► Berfungsi membuang logam berat dalam badan seperti merkuri
► Mencegah Alzheimer
► Memperbaiki Sel Hati
► Melegakan sakit-sakit Sendi/ Artritis
► Membantu Menyehatkan Badan, dan masih banyak lagi
Black Garlic memiliki antioksidan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih biasa. Sebagian orang meyakini bahwa Black Garlic atau Bawang Hitam mengandung S-allycysteine, yaitu suatu senyawa yang tengah diperbincangkan sebagai komponen alami yang telah dibuktikan bisa mencegah timbulnya penyakit kanker
Black Garlic Tidak baik untuk
1. Orang yang alergi bawang putih
2. Orang yang akan menjalani pembedahan dalam waktu dekat
3. Orang yang sedang Migrain
Cara Penyimpanan
– Simpan dalam tempat tertutup
– Simpan dalam tempat yang sejuk
– Jauhkan dari daerah yang lembab
– Hindari cahaya matahari secara langsung
Black Garlic juga sangat efektif sebagai pembersih darah dan sebagai anti toxin, gatal-gatal,alergi ,anti radikal bebas,anti virus,kuman jamur dan bakteri,anti aging,anti oksidant .dan membantu proses regenerasi sel dan pembentukan HB Darah,Trombosit, sehingga mempercepat pembentukan jaringan tubuh yang rusak akibat luka pasca operasi,infeksi,dan peradangan.
Bagi penderita gagal ginjal, Gangguan fungsi liver, Pankreas, Jantung, Paru-paru, Limpa, Empedu, Dan gangguan kesehatan lainnya.
Dalam “Medicinal and Aromatic Plant Science and Biotechnology Journals” Print : ISSN 1752- 3389, Editor in chief : Jaime A. Teixeira da Silva, Kagawa University Jepang, menyatakan hasil penelitian bahwa Ekstrak Bawang Putih Hitam (Allium sativum) kaya akan S-alil-L-sistein (SAC) dan mampu meningkatkan imunitas seluler untuk mendongkrak aktivitas NK (natural killer) yang memainkan peran penting dalam pemberantasan sel tumor.
Kesimpulannya,setelah difermentasi bawang putih hitam memiliki efek kesehatan yang lebih baik daripada bawang putih biasa. Terutama antioksidannya meningkat 2x dari bawang putih biasa.
Proses fermentasi juga membuat protein yang terkandung dalam bawang putih biasa terurai menjadi asam amino, karbohidratnya terurai menjadi fruktosa dan elemen nutrisinya meningkat dua kali.
Walaupun difermentasi, kandungan aliin dalam Bawang Putih Hitam masih tetap terjaga dengan baik, karena kulit bawang putih tidak dikelupas saat proses fermentasi.
Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari Bawang Putih Hitam adalah :
Anti kanker, menstabilkan gula darah, menstabilkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, antibakteri, antioksidan, meningkatkan kekebalan tubuh dan anti penuaan.
Bawang Putih Hitam terasa lezat seperti buah jelly yang manis sedikit asam, tidak berbau spesifik seperti bawang putih segar dan tidak menimbulkan iritasi pada usus dan lambung.

Daftar Pustak
Anonim.​2013. Black Garlic Benefit. http://www.antioxidants guide.com/black_garlic_benefit.html.

Bae, Sang Eun., Seung Yong Cho, Yong Duk Won, Seon Ha Lee, Hyun Jin Park. 2014. “Changes In S-Allyl Cysteine Contents And Phsicochemical Properties Of Black Garlic During Heat Treatment”. LWT – Food Science And Technology, Vol. 55. Hal: 397-402.
Kulsum, Haefa. 2014. Aktivitas Antifungi Ekstrak Bawang Putih Dan Black Garlic Varietas Lumbu Hijau Dengan Metode Ekstraksi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Candida albicans. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Puspitasari, Indri. 2008. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus In Vitro. Skripsi. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Putri, Desfika Ardia. 2014. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dan Black Garlic Terhadap Eschericia coli
Sensitif​Dan​Multiresisten​Antibiotik.​Skripsi.
Surakarta:Universitas Muhammadiyah Surakarta.