Boreh Usada Bali

Rp25.000

Boreh bermanfaat untuk memiliki efek menghangatkan tubuh, menyembuhkan peradangan, memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa saki, memberi keseimbangan suhu tubuh saat dibutuhkan, dapat memperlancar peredaran darah, menyembuhkan otot yang kaku, pegal-pegal , membantu tubuh mengeluarkan racun, melembutkan kulit dan mempercepat proses pengangkatan kotoran dan membuat kulit senantiasa lembab secara alami.

Category:

Description

Deskripsi :

Boreh digunakan sebagai pengobatan luar yang telah diwariskan selama berabad abad, dan dipercaya dapat menyembuhkan encok, rematik dan demam. Untuk pemakaian secara teratur. Menghangatkan badan adalah pilihan tepat ketika flu menyerang atau kala Anda sedang tak enak badan.

Bila badan tak enak, terasa ngilu dan pegal, ditambah bersin-bersin, tidak harus minum obat. Dalam tradisi pengobatan Bali, yang disebut Usada Bali, dikenal boreh untuk dibalurkan di badan yang terasa nyeri atau ngilu (dalam bahasa Bali, maboreh ring angga ni ngilu). Dalam Bahasa Bali, boreh berasal dari kata ‘maboreh’ yang berarti ‘melulurkan’. Ritualnya, sebelum dilulur, tubuh dipijat dengan sedikit minyak tandusan (minyak kelapa yang diproses secara traditional) agar peredaran darah dan saluran getah bening lancar.

Cuaca yang buruk ketika musim penghujan memungkinkan turunnya kondisi fisik dan suhu badan. Untuk itu, jaga kehangatan badan Anda. Caranya dengan lulur tradisional bisa dicoba kini mulai digandrungi di pusat-pusat kecantikan. Lulur tersebut terdiri dari ramuan-ramuan tradisional yang memiliki keistimewaan yang tidak kalah hebat dengan produk-produk mahal dari luar negeri.

Boreh adalah sarana penyembuhan yang dibuat oleh petani padi Bali, terbuat dari kombinasi akar, bumbu dan rempah-rempah. Banyak tumbuh-tumbuhan yang berbeda dan rempah-rempah digabungkan untuk membuat Boreh ini, termasuk beras, jahe, kencur, kunyit, cengkeh, kapulaga, kayu manis, ketumbar, pala, adas bintang, kelapa parut dan garam, temulawak, mesoi, merica hitam, beras merah, beras putih, atau bahan lain (sekitar lebih dari 33 jenis bahan sesuai dengan Lontar Usada Bali yang memiliki sifat hangat).

Bila badan tak enak, terasa ngilu dan pegal, ditambah bersin-bersin, tak harus minum obat. Dalam tradisi pengobatan Bali, yang disebut usada, dikenal boreh untuk dibalurkan di badan yang terasa nyeri atau ngilu (dalam bahasa Bali, maboreh ing angga ni ngilu).

“Kalau anak kecil batuk, borehnya daun selasih wangi, beras, kencur, dikunyah lalu dibalur ke bagian dada dekat tenggorokan,”
Boreh juga dianjurkan untuk mengobati patah tulang. Bahannya, antara lain, adalah beras kering, daun dadap kering, keladi diserut, dicampur, lalu dibalur di bagian patah tulang mirip gips. Pada umumnya warnanya kuning terang karena ada kunyit, teksturnya juga kasar karena serpihan beras, dan aromanya menyegarkan.

Dalam Bahasa Bali, boreh berasal dari kata ‘maboreh’ yang berarti ‘melulurkan’. Ritualnya, sebelum dilulur, tubuh dipijat dengan sedikit minyak esensial agar peredaran darah dan saluran getah bening lancar. Meskipun ragu sejak kapan persisnya, Jero Mangku Sudri yakin bahwa masyarakat Bali mengenal boreh sudah sejak zaman kerajaan. Hanya penyebarannya masih melalui pinutur lisan karena belum ada yang membukukan, kecuali berupa lontar-lontar pengobatan seperti Kitab Taru Pramana yang berisi khasiat tumbuhan obat.

Beribu Khasiat
Ada ratusan jenis boreh dengan berbagai bahan berbeda, tergantung jenis penyakitnya. Di Bali, secara umum penyakit dibagi tiga: yang disebabkan ‘panas’ (kebus), yang disebabkan ‘dingin’ (nyem), dan yang disebabkan ‘panas dingin’ (sebbaa). Di luar itu, dibedakan juga penyakit karena sekala (nyata) atau niskala (maya) yang berkaitan dengan ilmu hitam.

Yang jelas, sebagian besar penyakit berpusat pada kepala (otak) dan perut. Maka boreh dibalurkan di bagian tubuh yang sakit atau nyeri yang pada umumnya di perut, dahi, kaki, wajah, dan ubun-ubun. Bahannya hampir semuanya adalah tanaman obat yang mudah ditemui.

Untuk demam, misalnya, bahannya adalah daun kayu urip, daun dadap, bawang merah. Bahan-bahan itu diulek lalu dikompreskan di perut bagian bawah. Kalau bayi yang demam, borehnya berupa daun canging dan bawang merah yang dioleskan di ubun-ubun.

Boreh juga baik untuk detoksifikasi. Tidak mengherankan jika setelah dilulurkan, seluruh bagian tubuh mengeluarkan keringat. Selain itu, ternyata ada jenis boreh yang bagus untuk kecantikan wajah dan kulit. Terbuat dari buah bangkuang, buah pinang, tingkih, kunyit, beras. Semua bahan itu diulek, dicampur air, lalu dioleskan di wajah.

Untuk mengatasi flek hitam, borehnya berupa daun kepundung muda, kunyit, temutis. Semua itu diulek lalu dioleskan di bagian yang terdapat flek hitam. Jika kondisi tubuh dan wajah sudah menawan, bisa menggunakan boreh relaksasi pikiran. Aroma asli rempah-rempah merupakan aromaterapi yang digunakan untuk menyegarkan kepenatan sehari-hari.

Additional information

Weight 50 g
Dimensions 9 x 9 x 3 cm
Delivery and Returns Content description.
Top