Instan Tensima

Rp50.000

KOMPOSISI BAHAN:
Curcuma Zidoaria (Temu Putih)
Syzygium polyanthum (Daun Salam)
Apium graveolens (Daun Saledri)
Morinda citrifolia (Buah Bengkudu)
Cristal Sucrosa (Gula tebu murni)

Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan :
Mengendalikan faktor-faktor risiko antara lain: hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, kolesterol tinggi, obesitas, stop merokok dan lain-lain.
Menjalani cara hidup yang bebas risiko terkena serangan stroke : menghindari pola makan berlebihan dan tinggi lemak atau tinggi garam, olah raga teratur, hindari obesitas, hindari stress, laksanakan ajaran agama dengan benar.

Category:

Description

Deskripsi :

RAMUAN HERBAL TARU PRAMANA “TENSIMA”
UNTUK MENGATASI BERBAGAI KELUHAN TENSI TINGGI (HYPERTENSI)

TENSIMA MENGATASI STROKE

tENSI TINGGI (HYPERTENSI) ADALAH PENYEBAB TERJADINYA STROK. Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak, sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.

EFEK MANFAAT TENSIMA TARU PRAMANA HERBAL:

Mengatasi tensi tinggi, menurunkan
kadar kolesterol, mengatasi
kesemutan, mencegah terjadinya
stroke, melindungi kerusakan
saraf, Melancarkan aliran darah,
membantu melarutkan kalsium,
mencegah asam urat, mencegah
penuaan, mencegah rematik,
meningkatkan kekuatan otot,
mengatasi masalah lambung.

Tekanan darah tinggi biasanya akan berkembang selama beberapa tahun, dan pada akhirnya memengaruhi kesehatan. Beruntung, tekanan darah tinggi dapat dengan mudah terdeteksi. Dan sekali Anda mengetahui Anda mempunyai tekanan darah tinggi, Anda dapat mengusahakan dengan dokter Anda untuk mengendalikannya.

Gejala Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki tanda atau mengalami gejala, meskipun tekanan darah mencapai level tinggi yang membahayakan kesehatan.

Meskipun beberapa orang dengan hipertensi tahap awal mungkin mengalami “dull headaches”, pusing atau beberapa lagi mimisan, tanda dan gejala ini biasanya tidak muncul sampai hipertensi mencapai tahap yang berat bahkan tingkat yang mengancam nyawa.

Secara umum orang dengan hipertensi terlihat sejat dan sebagian besar tidak menimbulkan gejala. Tapi ada pula gejala awal yang mungkin timbul dari hipertensi yaitu:
Sakit kepala
Perdarahan dari hidung
Pusing
Wajah kemerahan
Kelelahan

Penyebab Hipertensi dan Faktor Risiko

Untuk mengetahui penyebab tekanan darah tinggi, akan lebih mudah jika kita membaginya menjadi dua.

Hipertensi primer (esensial)

Untuk kebanyakan orang dewasa, tidak terdapat identifikasi penyebab dari tekanan darah tinggi. Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut hipertensi “essential” atau hipertensi primer, cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.

Hipertensi sekunder

Beberapa orang mengalami hipertensi karena kondisi/gangguan yang merupakan penyebab utama (underlying conditon). Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut tekanan darah tinggi sekunder, cenderung muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari pada hipertensi primer. Berbagai kondisi dan pengobatan dapat menyebabkan hipertensi sekunder, termasuk di antaranya :

Masalah ginjal

Tumor “adrenal gland”
Pengobatan tertentu, seperti pil KB, obat-obat pilek, dekongestan, pereda nyeri dan beberapa resep obat.
Kelainan tertentu pada pembuluh darah yang didapat sejak dilahirkan (congenital)
Obat-obatan illegal, seperti kokain dan “amphetamines”

Pembagian Hipertensi
Berdasarkan asosiasi hipertensi eropa 2003, diklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :

Katagori Tekanan sistolik (mmHg) Tekanan diastolik (mmHg)
Optimal < 120 <80
Normal <130 <85 Hipertensi Ringan 140-159 90-99 Sedang 160-180 100-110 Berat ≥ 180 ≥ 110 Komplikasi Hipertensi Kondisi hipertensi yang berkepanjangan menyebabkan gangguan pembuluh darah di seluruh organ tubuh manusia. Angka kematian yang tinggi pada penderita darah tinggi terutama disebabkan oleh gangguan jantung. 1. Organ Jantung Kompensasi jantung terhadap kerja yang keras akibat hipertensi berupa penebalan otot jantung kiri. Kondisi ini akan memperkecil rongga jantung untuk memompa, sehingga jantung akan semakin membutuhkan energi yang besar. Kondisi ini disertai dengan adanya gangguan pembuluh darah jantung sendiri (koroner) akan menimbulkan kekurangan oksigen dari otot jantung dan menyebabkan nyeri. Apabila kondisi dibiarkan terus menerus akan menyebabkan kegagalan jantung untuk memompa dan menimbulkan kematian. 2. Sistem Saraf Gangguan dari sistem saraf terjadi pada sistem retina (mata bagian dalam) dan sistem saraf pusat (otak). Didalam retina terdapat pembuluh-pembuluh darah tipis yang akan melebar saat terjadi hipertensi, dan memungkinkan terjadi pecah pembuluh darah yang akan menyebabkan gangguan penglihatan. 3. Sistem Ginjal Hipertensi yang berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan dari pembuluh darah ginjal, sehingga fungsi ginjal sebagai pembuang zat-zat racun bagi tubuh tidak berfungsi dengan baik, akibatnya terjadi penumpukan zat yang berbahaya bagi tubuh yang dapat merusak organ tubuh lain terutama otak. Indikasi pengobatan Terapi mulai dilakukan pada tekanan sistolik >140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg dengan tujuan optimal adalah 140/90 mmHg, karena dari hasil penelitian tidak ada perbedaan angka kematian pada pasien dengan tensi 140/90 mmHg atau lebih rendah lagi, patokan ini hanya dipergunakan tanpa adanya gangguan gula darah. Tujuan pengobatan darah tinggi pada pasien gula darah untuk mencapai tensi 130/85 mmHg, karena terdapat perbedaan harapan hidup antara tensi 154/87 mmHg dengan 144/82 mmHg pada pasien dengan gangguan gula darah (Diabetes Melitus).

Pengobatan
Pengobatan dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup seperti mengurangi makanan berlemak (daging merah, minyak, jeroan), dan mengandung garam, meningkatkan aktivitas melalui olahraga yang teratur , menghidari rokok, alkohol dan mengurangi stress. Tetapi kondisi hipertensi harus tetap dalam pengawasan dokter sehingga pemilihan olahraga dan makanan akan lebih tepat.

Additional information

Weight 250 g
Dimensions 6 x 6 x 10.5 cm
Delivery and Returns Content description.
Top