Teh Celup Bawang Mutiara

Rp40.000

Bawang Dayak / Bawang Tiwai/ Bawang Sabrang (Eleutherine palmifolia Merr) memiliki kandungan fotokimia antara lain alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin yang merupakan sumber biofarmaka potensial. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes melitus, Bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba.

Bawang dayak berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit, dari ringan sampai berat antara lain: diabetes, asam urat, hipertensi / darah tinggi, radang usus, ginjal, prostat, segala jenis kanker dan tumor (kista, myom, kanker payudara, kanker rahim, kanker kelenjar getah bening, kanker paru paru, kanker usus dll), TBC, asma, migrain, vertigo, ambeien, stroke, kolesterol, bronkhitis, hepatitis, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, radang rektum, asam urat, radang prostat, peluruh lemak, bisul, rematik, amandel, maag, gangguan pencernaan lambung, gondok, gangguan seksual/vitalitas, keputihan, pelupa/menurunnya fungsi ingatan dan semua penyakit kronis yg berhubungan dengan darah
Category:

Description

Bawang dayak yang berasal dari hutan kalimantan sebenarnya sudah lama digunakan masyarakat setempat untuk dijadikan obat tradisional dan dikenal memiliki khasiat dahsyat dalam pengobatan aneka penyakit. Sayangnya, si umbi ajaib ini belum banyak dikenal masyarakat luas sehingga baru sebagian saja yang memanfaatkan keampuhannya.

Masyarakat dayak biasa menyebutnya dengan nama bawang hutan atau bawang kambe. Lain lagi masyarakat Melayu, mereka menyebutnya dengan bawang mekah, mungkin karena khasiatnya yang ajaib.
Kandungan senyawa aktif dalam bawang dayak sangat lengkap sehingga sangat wajar khasiatnya banyak. Senyawa ini meliputi alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin.

Salah satu dari senyawa ini, yaitu flavonoid dapat berkhasiat sebagai antikanker, antiviral, anti-inflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta penangkap radikal bebas. Kekuatan aktivitas antioksidan senyawa flavonoid tergantung pada jumlah dan posisi dari gugus OH dalam molekul flavonoid. Semakin banyak gugus OH, aktivitas antiradikalnya semakin tinggi.

Beberapa penelitian dan pengujian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat bawang dayak. Di antaranya oleh Fakultas Farmasi ITB Bandung yang mengkaji pengaruh pengolahan simplisia terhadap kandungan metabolit utama bawang dayak. Bawang dayak dapat digunakan langsung secara segar atau dikeringkan. Untuk mendapatkan khasiat maksimal, sebaiknya bawang dayak diperoleh ketika pertumbuhannya mencapai puncak vegetatif, yaitu ketika baru muncul kuncup bunga.

Naiknya popularitas bawang dayak sangat beralasan karena didukung oleh bukti-bukti akurat yang telah merasakan khasiat dahsyat si umbi ajaib ini. Salah satunya dialami oleh Ibu Titiek Sri Rahayu, asal Jakarta. Ia mencoba mengonsumsi bawang dayak setelah divonis menderita kanker payudara oleh dokter. Ketika itu, dokter menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Ia rajin mengonsumsinya sebanyak 3 kali sehari, yaitu saat pagi, siang, dan sore. Alhamdulillah, benjolan yang semula 7 cm x 4 cm tinggal sebesar kacang tanah. Ia merasakan betul khasiatnya dengan menyaksikan penyusutan massa benjolannya dari hari ke hari.

Khasiat bawang dayak dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga penyakit berbahaya, bahkan mematikan. Misalnya: diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, tuberkulosis, bronkitis, radang rektum, asam urat, radang prostat, ambeien, peluruh lemak, bisul, hepatitis, dan peningkat gairah seksual. Ingin tahu lebih jauh tentang si umbi ajaib ini dan bagaimana aplikasi pengobatannya?

AgroMedia Pustaka menerbitkan buku Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit yang akan membahas secara tuntas tentang bawang dayak ini. Buku ini disusun oleh Ni Luh Indrawati, S.Farm., Apt. dan Razimin, S.Si., Apt.
Di dalamnya dijelaskan mulai dari mengenal bawang dayak sebagai mutiara Borneo yang memiliki segudang khasiat, pembahasan ilmiah bawang dayak, manfaat bawang dayak untuk menumpas aneka penyakit, teknik peracikan untuk pengobatan, hingga ramuan bawang dayak secara spesifik untuk 23 jenis penyakit ringan dan berat, seperti kanker, diabetes, jantung, hipertensi, hepatitis, TBC, bronkitis, sinusitis, radang, asam urat, rematik, infeksi, gondok, pencernaan, ambeien, nyeri haid, bisul, kewanitaan, dan peningkat gairah seksual.
Selain itu, dilengkapi pula dengan cara bertanam bawang dayak yang mudah dan tahan hama sehingga Anda dapat memiliki persediaan bawang dayak sendiri secara segar. Beberapa penderita penyakit ikut menyempurnakan buku ini dengan memberikan testimoni masing-masing dari pengalaman mereka memperoleh khasiat bawang dayak. Buku ini mendapat banyak sambutan positif dari para tokoh dan pemerhati kesehatan, seperti guru besar Fakultas Farmasi Unair, Dr. Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, Prabowo Subianto, bupati Kubu Raya Kalimantan Barat, dan tokoh-tokoh lainnya.

Additional information

Weight 200 g
Dimensions 25 x 3 x 5 cm
Delivery and Returns Content description.
Top