Terapi Usada Bali Yang Holistic

Dalam ilmu kesehatan tradisional timur sesuai dengan pendapatnya  Hendrik L Blum (1974), kondisi sehat secara holistik bukan saja kondisi sehat secara fisik melainkan juga spiritual dan sosial dalam bermasyarakat. Untuk menciptakan kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu keharmonisan dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurut H.L Blum bahwa ada 4 (empat) faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat yaitu 1) Faktor perilaku atau gaya hidup (life style) yang  merupakan adat atau kebiasaan dari masyarakat dan sehat tidaknya lingkungan; 2) Faktor lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya) berupa fisik seperti sampah, air, udara, perumahan dan sebagainya., berupa prilaku sosial yaitu kebudayaan, pendidikan, ekonomi (interaksi manusia) dan berupa prilaku biologi yaitu hewan, jasad remik, tetumbuhan dan sebagainya; 3) Faktor pelayanan kesehatan yang jenis cakupan dan kualitasnya pada penentuan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, mengatasi pengobatan penyakit, dan perawatan kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor lokasi atau jarak ke tempat pelayanan kesehatan sumber daya manusia, informasi kesesuaian program pelayanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat dan; 4) Faktor genetik (keturunan) yaitu faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir. Sebagai contoh: penyakit diabetes mellitus, asma, epilepsy, retardasi mental, hipertensi, buta warna dan yang lainnya. Upaya-upaya kesehatan masyarakat dilakukan secara: A) Promotif yaitu usaha yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan, meliputi usaha-usaha untuk peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olah raga teratur dan istirahat cukup sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal; B)  Preventif yaitu usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit meliputi usaha-usaha pemberian imunisasi (bayi, anak). Pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendeteksi penyakit secara dini; C) Kuratif yaitu usaha yang ditujukan kepada orang yang sakit untuk diobati secara tepat dan akurat sehinga kesehatan pulih; D) Rehabilitative yaitu usaha yang ditujukan  terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya, untuk memperbaiki kelemahan fisik mental dan sosial pasien sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya meliputi latihan-latihan terpogram pisioterafi. Pengaruh faktor-faktor tersebut tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itulah upaya kesehatan komplementer juga fokus pada upaya preventif atau mengatasi bukannya curative atau pengobatan (dalam Irma Marisa. 2015).

Disini Terapi Komplementer Usada Taru Pramana berperan serta didalam perawatan dan pencegahan penyakit, dilengkapi dengan produk-produk olahan Usada Taru Pramana dengan bervariasi produk untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit termasuk penyakt non medis. semua ramuan yang diproduksi sudah menjalani pemasupatian / pendoaan khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *