Manfaat Tanaman Dewandaru

Pohon Dewan Daru

Kandungan Kimia dan Manfaat tanaman
Daun tanaman Eugenia uniflora mengandung flavonoid, saponin, dan tanin (Hutapea, 1994). Flavonoid dari ekstrak daun berupa myricetrin, myrcitrin, gallocatechin, quercetin, dan quercitrin (Schmeda-Hirschmann et al, 1987). Senyawa tannin yang diisolasi dari fraksi aktif Eugenia uniflora antara lain gallocatechin, oenothein B, eugeniflorins D(1) and D(2) (Lee et al, 2000).

Manfaat Tanaman
khasiat daun Eugenia uniflora sebagai obat antikanker
Buah dan daun Eugenia uniflora digunakan sebagai peningkat kualitas astringent dan mengurangi tekanan darah tinggi (Bandoni et al, 1972). Hasil decocta daun Eugenia uniflora di Paraguai digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Selain itu juga dapat menurunkan metabolisme lipid dan dapat digunakan sebagai efek proteksi pada trigliserida dan level lipoprotein yang sangat rendah (Ferro et al., 1988).

Daun Eugenia uniflora sebagai obat tradisional berkhasiat sebagai obat mencret (Hutapea, 1994). Aksi anti infamasi yang tinggi juga ditemukan pada daun Eugenia uniflora (Scapoval et al., 1994). Pada Brazilian folk medicine, buah Eugenia uniflora digunakan sebagai antidiare, diuretik, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik. Selain itu, ekstrak daun Eugenia uniflora juga sebagai agen hipotensif (Consolini et al., 2000) dan menghambat peningkatan level trigliserida (menurunkan kolesterol dan tekanan darah) mengurangi tekanan darah tinggi.dan glukosa plasma (Matsumura et al., 2000).
Bila berada dibawahnya lalu kejatuhan buah ini akan dipercaya akan mendapatkan kekayaan dan kelancaran rejeki

Uji sitotoksik Eugenia uniflora L terhadap sel Hela menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat mempunyai efek sitotoksik yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol dan kloroform. Uji sitotoksik dilakukan dengan menggunakan metode MTT dengan seri konsentrasi 5, 10, 25, 50, 125, 250 µg/ml. Nilai IC50 ekstrak etil asetat 241,546 µg/ml dan IC50 ekstrak kloroform 244,906 µg/ml. Sedangkan pada ekstrak etanol tidak dapat ditentukan nilai IC50 nya karena tidak menunjukkan potensi penghambatannya terhadap pertumbuhan sel HeLa (Handayani, 2006).
Lee M.H. et al (2000) melakukan penelitian pengaruh Eugenia uniflora L terhadap Epstein-Barr Virus (EBV) yang sering berhubungan dengan Nasopharyngeal carcinoma (NPC). Empat senyawa tanin pada Eugenia uniflora L dan IC50 yang dimiliki yaitu gallocatechin (26,5 microM), oenothein B (62,3 microM), eugeniflorins D(1) (3,0 microM), dan eugeniflorins D(2) (3,5 microM). hasil penelitian menunjukkan bahwa eugeniflorins D(1) dan D(2) merupakan senyawa yang paling berpotensi dalam menghambat DNA polymerase pada EBV.

Tanaman dewandaru lebih dikenal oleh para pehobi bonsai. Tanaman perdu yang mempunyai tinggi lebih dari 5 meter ini, mengandung senyawa golongan fenolik terutama pada daunnya, yaitu golongan yang kaya elektron yang dapat meredam radikal bebas. Hal tersebut sudah terbukti dengan hasil riset yang dilakukan oleh Wahyu Utami, M.Si, Apt, seorang periset dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Golongan fenolik tidak hanya ditemukan di daun tetapi juga terdapat dibuahnya. Malah kadar dibuah lebih besar dari kadar di daunnya. Daun dewandaru mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Dan kandungan polifenol dan flavonoidnya memperbaiki kondisi tubuh yang lesu.

Dewandaru memang bukan tanaman popular, tapi khasiatnya untuk kesehatan sungguh luar biasa. Tanaman bernama latin Eugenia Uniflora dari suku Myrtaceae ini berasal dari kawasan Brazil. Nama ilmiah lain yang dikenal orang adalah belimbing Belanda atau ceremai asam.
Selintas bentuk buahnya mirip buah cermai, hanya ukurannya lebih besar. Buah dewandaru berbentuk bulat berdiameter lebih kurang 1,5-2 cm dan berwarna merah dengan biji kecil berwarna cokelat. Bagian luar buah terdapat tonjolan-tonjolan yang mempermudah orang untuk membedakan dengan buah tanaman lain.

Daun Dewandaru berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal yang meruncing. Menurut referensi yang ada, tanaman ini memang hanya tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Tapi, untuk di pulau Jawa, tanaman ini masih jarang ditanam.
Kandungan Tanaman Dewandaru. Beberapa sumber menjelaskan, Dewandaru memiliki kandungan: Buah: air, protein, karbohidrat, dan vitamin C.
Kulit kayu:  tannin.
Daun: minyak atsiri, saponin, tanin, dan flavonoid.

Khasiat Tanaman Dewandaru
1. Antioksidan
dewandaru-3Buah maupun daun dewandaru terbukti bisa mencegah munculnya kanker atau tumor. Warna merah buah dewandaru menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat kandungan senyawa tertentu. Dari hasil penelitian diketahui mengandung senyawa golongan karotenoid. Begitu juga dengan daun dewandaru ditemukan senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan dan disebut fenolik. Karotenoid dan fenolik berkhasiat sebagai antioksidan yang bekerja melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Keberadaan radikal bebas menyebabkan kerusakan sel dan pangkal  terjadinya penyimpangan pada pola pembelahan sel atau penyebab dari tumor dan kanker.
Belum lagi lingkungan tempat tinggal kita yang dipenuhi polusi, gaya hidup buruk (kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia tambahan) semakin memperkuat posisi radikal bebas menurunkan daya tahan tubuh manusia.
Salah satu langkah yang harus ditempuh untuk menghindari dan mencegah kerusakan sel adalah dengan mengkonsumsi zat golongan antioksidan dalam jumlah cukup.
Jika Anda memanfaatkan buah dewandaru, sebaiknya di jus terelebih dahulu atau dimakan langsung. Buah dewandaru yang sudah masak mengandung likopen yang tinggi.
Perlu juga Anda ketahui bahwa kandungan likopen bisa menurun apabila diolah menjadi produk tertentu. Diperlukan teknik tertentu dalam pengolahan agar kandungan likopen tidak berkurang terlalu banyak.

Begitu juga dengan penanganan daun dewandaru. Seorang ilmuwan menemukan bukti kandungan senyawa fenolik pada ekstrak daun yang dikeringkan dengan panas sinar matahari jauh berkurang dibandingkan dengan yang dikeringkan di udara.
2. Antibakteri
Selain sebagai antioksidan dewandaru juga bisa mengatasi diare. Warga Brazil menggunakan biji dewandaru untuk mengobati diare.
Para ilmuwan menelitu sejauh mana biji dewandaru berkhasiat sebagai anti kuman. Ternyata protein biji dewandaru mampu menghambat pertumbuhan berbagai macam kuman, di antaranya adalah kuman penyebab diare.
3. Atasi rasa sakit
Informasi yang tidak kalah menarik adalah pemakaian daun dewandaru untuk obat antirematik. Khasiat yang ditemukan melalui pemakaian secara turun temurun itu juga sudah didukung data ilmiah yang menggembirakan.

Daun dewandaru mengandung minyak atsiri, yang bekerja sebagai analgesik alias penghilang rasa sakit.
Berbagai manfaat lain yang ada pada tanaman dewandaru ini adalah:
Buah dewandaru dapat ampuh menurunkan tekanan darah tinggi.
Daunnya dapat bersifat astrigen dan menurunkan kolesterol.
Dapat menurunkan metabolisme lipid dan dapat digunakan sebagai efek proteksi pada trigliserida dan level lipoprotein yang sangat rendah.
Dapat sebagai diuretik, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik, selain itu juga sebagai agen hipotensif dan menghambat peningkatan level trigliserida dan glukosa plasma.
Dapat melindungi hati.

Semoga bermanfaat

I Nyoman Sridana, S.Kes.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *