Pembinaan Solusi Sehat Hypertensi dan Gebyar pengobatan di Indonesia Power Bali

“Seminar Hypertensi dan therapi solusi sehat”
di Indonesia Power Denpasar

Pada hari Kamis, 21 Februari 2013, jam 14.00 s/d 17.00,  Sekaa Solusi Sehat Ayurveda, memenuhi undangan dari perkumpulan Ibu-Ibu dari Indonesia Powers Bali untuk mengisi seminar tentang Penyakit Hypertensi. Sekaa Solusi Sehat Ayurveda yang sempat hadir 9 orang yang  memenui undangan tersebut. Menurut ketua Sekaa Solusi Sehat Therapi, Ibu Sinar Sari yang sehari-harinya bekerja sebagai bidan dan petugas penyuluhan dari salah satu puskesmas  di Ayurveda mengatakan bahwa “penyakit hypertensi sebagai penyakit yang mendunia dan banyak melanda masyarakat kita”.

Hipertensi atau darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur. Hipertensi dijuluki pembunuh diam-diam atau silent killer. Seseorang baru merasakan dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi. Jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung, koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif atau stroke. Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya.

Penyakit hypertensi disebutkan bahwa kita hanya bisa mengetahuinya dengan menggunakan alat ukur  tensi yang disebut dengan Tensi Meter.  Pada tensi meter akan menunjukan dengan jelas. Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya Melebihi 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut). Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong). Kalau sistoliknya kurang dari 100 mmHg bisa dikatakan tensi rendah,  darah normal antara 120/80 mmHg sampai 139 mmHg, dan darah tinggi apabila lebih dai  140 mmHg.  Klasifikasi Hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penyebab terjadinya hypertensi karena kegemukan, sensitifitas garam, minuman alkohol berlebihan, kurang aktifitas fisik, faktor keturunan/genetik, pembuluh arteri kaku, perokok berat, usia tua, obat-obatan. Gejala  terjadinya Hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala / pusing, tengkuk terasa pegal dan muka merah. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya. Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit dari pada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Pada kasus Hipertensi primer mungkin masih dapat dirawat. Didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi primer lebih besar.

Pantangan bagi penderita hypertensi hindari makanan dengan garam berlebihan, hindari minuman bersoda, kurangi makan daging, kerang, kepiting, susu, camilan yang gurih / asin,  hindari makanan dengan pengawet sodium / naturium, makanan ikan asin, telur asin, otak, petsin, jeroan, sarden, udang, dan cumi dan lainnya yang bisa merangsang kekentalan darah dan tertumpuknya kerak pada pembuluh darah.

Pencegahan terhadap hypertensi dengan mengkomsumsi banyak makan sayuran segar, buah segar, tempe, tahu, kacang-kacangan, putih telur, gula murni, minyak nabati kecuali minyak kelapa, ikan, minyak zaitun, hindari asap rokok, makan-makanan yang berserat dan jus buah, minum teh hijau, susu yang rendah lemak, minum banyak air putih, dan sedapat mungkin mengunyah makanan dengan sempurna.

Obat herbal penurun tensi yang mudah kita dapat sebagai olahan makanan antara lain alpukat, komsumsi cukup bawang putih, blimbing wuluh asam, blimbing manis dan juga labu siam.
Contoh pemakaian: rebus 5 lembar daun alpukat dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar 2 gelas. Setelah dingin lalu di minum masing-masing satu gelas. Lakukan 3x sehari minimal sampai sembuh.  (tanaman obat hypertensi: 1. Alpukat, 2. Bawang putih, 3. Blimbing asam- wuluh, 4. Blimbing manis, 5. Borokoli, 6. Bunga matahari, 7. Boni, 8. Cincau, 9. Daun sendok, 10. Ginjean, 11. Jamur kayu, 12. Ketepeng kecil, 13. Compri, 14. Kunyit, 15. Labu siam, 16. Mahogani, 17. Mentimun, 18. Mengkudu, 19. Mondokaki, 20. Murbei, 21. Pegagan, 22. Pepaya, 23. Pulai, 24. Pula pandak, 25. Sambiroto, 26. Sambung nyawa, 27. Seledri, 28. Siantan, 29. Tapak dara, 30. Tempuyung, 31. Teratai, 32. Teratai kerdil)

Bagaimana dengan Hipotensi ?
Itu salah satu pertanyaan dari peserta seminar, sehingga Ibu Sinar Sari mengarah penjelasannya ke Hipotensi. Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Penyebab tekanan darah rendah mungkin juga bisa karena perubahan hormon, pelebaran pembuluh darah, efek samping obat, anemia, atau bisa juga karena kelelahan yang berlebihan, pendarahan yang terus menerus dan lainnya. Tekanan darah rendah atau dalam istilah medis disebut hipotensi adalah salah satu kondisi dimana seseorang mengalami tensi darah yang rendah, biasanya kurang dari 100/60 mmHg. Tapi itu bukanlah ukuran mutlak, karena setiap orang memiliki tekanan darah yang berbeda dan adaptasi yang berbeda.  Disini yang dimaksud bukanlah sedikitnya volume darah tetapi sirkulasi darah yang dari jantung terlalu rendah/lemah.

Biasanya orang yang mengalami hipotensi akan mengalami beberapa gejala, seperti: Mudah pusing dan mengeluarkan keringat dingin bahkan sampai pingsan, mudah untuk mengantuk dan susah untuk bangun tidur, mata kabur secara tiba-tiba dan terasa berkunang-kunang, mudah capek dan badan selalu terasa lemas. Gejala yang umum pada saat perubahan tubuh posisi tubuh secara tiba-tiba seperti ketika tidur kemudian langsung berdiri ataupun ketika jongkok langsung berdiri. Ini merupakan hal yang sering dialami oleh semua orang, dan hipotensi jenis ini hanya berlangsung sesaat. Bagi yang merasa hipotensi disarankan, ketika bangun tidur janganlah langsung berdiri karena aliran darah anda belum lancar dan akan membuat anda pusing. Anda dapat duduk sekitar 20 detik sebelum berdiri sempurna.

Konsumsi makanan daging-dagingan, seperti daging sapi dan ayam, sangat dianjurkan untuk mengkonumsi daging kambing. Hindari mengkonsumsi makanan yang asam dan pahit serta buah mentimun. Perbanyak cairan dalam tubuh anda, minumlah air murni 8 gelas sehari tidak termasuk minuman ringan. Segera duduk ataupun berbaring ketika anda mulai merasa pusing serta mata berkuna-kunang, biarkan tubuh anda relaks beberapa saat. Berolahragalah, karena dapat membantu memperlancar aliran darah serta melatih kerja jantung tetap prima. Serta juga dapat membuat badan sehat tetap segar dan bugar. Disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak garam dari biasanya, tapi jangan terlalu banyak karena dapat memicu penyakit lain. Konsumsi garam berlebih hanya ketika anda mengalami hipotensi.

Setelah seminar hipertensi, acara selanjutnya terapi Solusi Sehat Ayurveda dan mengenalan obat herbal ayurveda oleh VisionBali Herbal Indonesia. Adapun terapi kesehatan yang dilaksanakan saat itu antara lain: pembersihan mata dengan obat tetes Ayurveda, Pijat reflexi pada titik-titik akupunture, tusuk jarum akupunture kombinasi pijat reflexi pada titi akupunture, penyemprotan uap herbal dari dalam panic yang dipanaskan.

Pada saat seminar dan therapi Solusi Sehat Ayurveda ini terlihat para ibu-ibu yang hadir sangat antusias mencoba terapi yang diberikan serta tidak sedikit dari mereka langsung membeli herbal Ayurveda yang disedikan pada saat itu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *