Serba Serbi Penyakit HATI (HEPAR)

Didalam tubuh manusia ada berbagai jenis organ-organ tubuh antara lain : tenggorok, Jantung, Jantung, Ginjal, Hati, Paru-paru, Limpa, Lambung, Usus, Usus besar, Usus halus, Usus dua belas jari, Empedu. Nah pada tulisan ini khusus akan membahas tentang Hati / Hepar.
Hati terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Hati adalah salah satu organ yang terdapat di bagian dalam tubuh dan dilindungi oleh tulang dada. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri. Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obatobatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu. Struktur hati itu sangatlah lunak dan mudah terluka apabila terkena goresan dan reaksi obat-obatan yang berlebihan alias ofer dosis, hati juga tidak tahan banting dan gampang rusak apabila terkena tekanan yang sangat keras. “Maka dari itu jagalah kualitas organ-organ tubuh anda termasuk hati”, karena itu sangat menentukan kesehatan dan kualitas kinerja tubuh anda. Istilah medis yang bersangkutan dengan hati biasanya dimulai dalam hepat- atau hepatik dari kata Yunani untuk hati, “hepar”, merupakan kelenjar besar di dalam tubuh.
Fungsi Hati Dalam Tubuh
Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia. Hati adalah organ tunggal dalam tubuh yang paling besar dan kompleks. Dengan bobot sekitar 2 kg, hati mempunyai tugas penting yang rumit demi kelangsungan seluruh fungsi kesehatan tubuh. Fungsi hati berguna untuk proses pembentukan protein dan asam empedu, mengatur metabolisme kolesterol, proses penyimpanan energi sebagai penetral racun atau obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh serta fungsi yang lebih adalah:
1.     Regulasi, Hati berfungsi mengatur komposisi darah terutama jumlah gula, protein dan lemak yang masuk dalam peredaran darah. Hati juga menyingkirkan bilirubin dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui feses.
2.     Metabolisme, Hampir semua zat makanan yang diserap melalui usus diproses dalam hati. Selain itu, untuk mengubah zat makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat gizi lain, seperti vitamin A. Di dalam hati juga dihasilkan kolesterol, zat pembeku darah, serta protein khusus dan empedu.
3.     Detoksifikasi, Organ hatilah yang mendetoksifikasi darah. Hati memisahkan obat-obatan dan bahan kimia atau metabolit yang berpotensi merusak dari aliran darah, lalu mengubahnya, sehingga dapat dikeluarkan ke empedu dan akhirnya lewat feses. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
4. Fungsi vital lainnya dari hati yaitu
– Menyaring darah, Membuat empedu, suatu zat yang membantu pencernaan lemak.
– Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah)
– Memproses dan mengikat lemak pada pengangkutnya (protein) termasuk kolesterol.
– Gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (Chylomicron, VLDL, LDL, HDL),
– Menyimpan gula dan membantu tubuh untuk mengangkut dan menghemat energy.
– Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula.
– Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit.
– Membuat protein-protein penting, kebanyakan yang terlibat pada pembekuan darah,
– Menyimpan mineral dan vitamin (besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B) sebagai tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin
– Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur pengakutan cairan didalam darah dan ginjal, Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah (Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah).

Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan infeksi-infeksi adalah disebabkan oleh suatu kondisi yang bervariasi termasuk infeksi virus, serangan bakteri, dan perubahan kimia atau fisik didalam tubuh. Penyebab yang paling umum dari kerusakan hati adalah kurang gizi (malnutrition), terutama yang terjadi dengan kecanduan alkohol. Gejala-gejala penyakit hati mungkin akut, terjadi tiba-tiba, atau kronis, berkembang perlahan melalui suatu periode waktu yang lama. Penyakit hati kronis adalah jauh lebih umum dari pada yang akut. Angka dari penyakit hati kronis dari laki-laki adalah dua kali lebih tinggi dari wanita. Penyakit hati dapat menjangkau dari ringan sampai berat tergantung dari tipe penyakit yang hadir.

Jenis Penyakit Hati
Beberapa Jenis Penyakit atau gangguan bisa terjadi pada hati, jenis penyakit hati tersebut antara lain adalah:
1. Hepatitis, merupakan peradangan pada sel-sel hati Ada beberapa jenis penyakit Hepatitis yaitu A,B,C,D,E. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh virus. Beberapa jenis Hepatitis masih bisa disembuhkan namun beberapa lagi bisa menjadi kronis. Penyakit ini dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus dari penderita sebelumnya, suntikan, tatto dari jarum / suntikan yang terkontaminasi atau dari aktifitas seksual dan sebagainya.
2. Sirosis Hati, atau pengerasan hati dimana fungsi hati terganggu karena banyaknya jaringan ikat di dalam hati yang sudah mati dan tidak beregenerasi secara sempurna. Sirosis hati dapat terjadi karena infeksi virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan, alkohol atau akibat penyakit yang menyebabkan sumbatan pada saluran empedu.
3. Kanker Hati, Penyakit ini terjadi karena sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya virus, bahan pembuat plastik atau plastik untuk kemasan tertentu, dari racun yang diproduksi oleh beberapa tumbuhan dan makanan. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular Carcinoma.
Gejala atau simtom yang ditimbulkan kanker hati antara lain:
– Lemah, tidak nafsu makan, kehilangan berat badan,
– demam dan  Adanya massa sebelah kanan atas perut,
– Kulit berwarna kuning dan pembentukan cairan di rongga perut.
– Adanya suara abnormal seperti gesekan sewaktu periksa dengan stetoskop (apabila hati telah    membesar),
– Buang air besar berwarna kehitam-hitaman, urin berwarna seperti teh,
– Tangan dan kaki membengkak. Dan langkah pencegahan sebaiknya.
– Menghindari minuman beralkohol,
– Menghindari makanan yang berjamur, – melakukan vaksinasi hepatitis, terutama hepatitis B.

Penyebab kanker hati primer (hepatoma) belum diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan bersifat turunan pada anak-anak, dan pada orang dewasa kernungkinanannya karena pengaruh lingkungan yang bersifat karsinogen. Selain itu ada beberapa faktor risiko yang diduga sebagai pemacu hepatoma, antara lain : – penderita sirosis hati clan penyakit hat, degenaratif,
– Vino hepatitis B (hepatitis khnonis),
– Perninum alkohol,
– Aflatoksin (makanan yang ditumbubi jamur Aspergillus flaws yang menghasilkan arlatoksin),
– Infeksi cacing hati (Clonorchis sinensis).

Tanda dan Gejala kemungkinan adanya Penyakit Hati
Gejala-gejala sebagian tergantung dari tipe dan jangkaun penyakit hatinya. Pada banyak kasus, mungkin tidak terdapat gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala yang umum pada sejumlah tipe-tipe berbeda dari penyakit hati termasuk:
•Jaundice atau kekuningan kulit
•Urin yang coklat seperti teh
•Mual
•Hilang selera makan
• Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal
• Muntah
• Diare
• Warna tinja (feces)yang pucat
• Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut
• Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur
• Gatal-gatal
• Varises (pembesaran pembuluh vena)
• Kelelahan
• Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
• Demam ringan
• Sakit otot-otot
• Libido berkurang (gairah sex berkurang)
• Depresi

Tanda dan Gejala Penyakit Hati acute
Suatu bentuk parah yang jarang dari infeksi hati disebut acute fulminant hepatitis, menyebabkan gagal hati. Gejala-gejala dari gagal hati termasuk:
•Aplastic anemia, suatu keadaan dimana sumsum tulang (bone marrow) tidak dapat membuat sel-sel darah
•Ascites, terkumpulnya cairan didalam abdomen
•Edema atau bengkak dibawah kulit
•Encephalopathy, kelainan yang mempengaruhi fungsi-fungsi otak
•Hati yang membesar dan perih (sakit)
•Limpa membesar
•Perubahan dalam status mental atau tingkat kesadaran
•Rentan terhadap perdarahan

Penyebab dan Risiko Penyakit
Penyakit hati dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang bervariasi. Penyebab-penyebabnya termasuk:
•Kerusakan-kerusakan bawaan sejak lahir atau kelainan-kelainan hati yang hadir pada kelahiran
•Kelainan-kelainan metabolisme atau kerusakan dalam proses dasar tubuh
•Infeksi-infeksi virus atau bakteri
•Alkohol atau keracunan oleh racun
•Obat-obat terentu yang merupakan racun bagi hati
•Kekurangan Gizi (nutrisi)
•Trauma atau luka

Penyebab dan Risiko Penyakit menurut Umur
A.    Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada anak-anak termasuk:
•Alagille’s syndrome, suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk, terutama pada tahun pertama kehidupan
•Alpha 1- antitrypsin deficiency, suatu penyakit hati genetik pada anak yang dapat menuju ke hepatitis dan sirosis hati
•Biliary atresia, suatu kondis dimana saluran empedu yang terbentang dari hati ke usus halus adalah terlalu kecil penampangnya atau sama sekali tidak ada
•Galactosemia, suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula tertentu didalam susu. Gula-gula ini dapat memperluas, menyebabkan kerusakan yang serius terhadap hati dan organ-organ lainnya dari tubuh.
•Hemorrhagic telangiectasia, suatu kondisi dimana pembuluh darah yang tipis mengizinkan perdarahan yang mudah dan sering dari kulit dan saluran pencernaan
•Hepatitis aktif kronis, suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut dan gangguan fungsi hati
•Kanker hati, yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar ke hati
•Neonatal hepatitis, adalah hepatitis pada bayi baru lahir yang terjadi pada beberapa bulan pertama kelahiran
•Reye’s syndrome, suatu kondisi yang menyebabkan meluasnya lemak di hati. Pada beberapa kasus kondisi ini dikaitkan dengan penggunaan aspirin, terutama yang berhubungan dengan chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
•Thalassemia, satu grup dari anemia yang diwariskan, atau jumlah darah merah yang rendah
•Tyrosinemia, suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati
•Wilson’s disease, suatu kondisi warisan (keturunan) yang menyebabkan meluasnya dari mineral tembaga didalam hati

B.    Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada orang dewasa termasuk:
•Batu empedu, yang mungkin dapat menyumbat saluran empedu
•Hemochromatosis, suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak besi. Penumpukan dari besi menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ lainnya
•Hepatitis, suatu peradangan dan infeksi dari hati disebabkan oleh salah satu dari beberapa virus-virus
•Penyakit cystic dari hati, yang menyebabkan luka-luka dan massa-massa yang terisi cairan di hati
•Porphyria, suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi dalam bagaimana tubuh menggunakan porphyrins. Porphyrins adalah sangat penting pada pembuatan haemoglobin didalam sel darah merah, untuk mengangkut oksigen keseluruh tubuh
•Primary sclerosing cholangitis, suatu kondisi yang menyebabkan saluran empedu dari hati menyempit karena peradangan dan luka goresan
•Sarcoidosis, suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-organ lainnya dari tubuh
•Sirosis, suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan dan sel-sel hati diganti oleh jaringan parut
•Type I glycogen storage disease, yang menyebabkan persoalan pada pengontrolan gula darah ketika sesorang sedang puasa.

Kegagalan hati yang berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam vena-vena yang berasal dari hati. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan hati. Mengobati kegagalan hati sering memungkinkan kembalinya fungsi hati yang normal.Pada penyakit sel sabit, bentuk sel darah merah yang tidak normal menyumbat pembuluh darah di dalam hati dan menyebabkan kerusakan hati.

Diagnosis Penyakit
Dokter dapat menentukan apakah gejala, sejarah kesehatan, dan tes fisik cocok dengan penyakit hati. Hepatomegaly, suatu hati yang membesar dan mengeras dan tanda-tanda lainnya dari penyakit hati dapat ditemukan pada tes-tes yang dilakukan. Banyak tes-tes lanjutan juga dapat digunakan untuk mendukung diagnosis. Ini termasuk tes-tes darah, seperti:

•Abdominal CT scan atau abdominal MRI, yang menyajikan lebih banyak informasi tentang struktur dan fungsi hati
•ERCP, atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography. Suatu tabung kecil yang disebut endoscope digunakan untuk melihat berbagai struktur didalam dan sekitar hati
•Pemeriksaan USG, untuk melihat ukuran dari organ abdomen (perut) dan kehadiran dari massa
•Pemeriksaan X-rays abdomen
•Perhitungan darah lengkap, yang melihat pada tipe dan jumlah dari sel-sel darah didalam tubuh
•Scan hati dengan radiotagged substances untuk menunjukan perubahan-perubahan struktur hati
•Studi GI atas, yang dapat mendeteksi kelainan-kelainan di esophagus yang disebabkan oleh penyakit hati
•Tes fungsi hati, adalah tes darah yang memeriksa enzim-enzim hati yang sangat bervariasi dan produk-produk sampingannya.
Pada beberapa kasus, jalan satu-satunya untuk mendiagnosis secara pasti kehadiran dari suatu penyakit hati tertentu adalah dengan biopsi hati. Prosedur ini melibatkan pengambilan sedikit dari jaringan hati untuk pemeriksaan dibawah mikroskop. Biopsi hati mungkin perlu dilakukan beberapa kali untuk melihat kemajuan penyakit dan responnya terhadap perawatan.

Efek Jangka Panjang Penyakit
Efek-efek jangka panjang tergantung dari kehadiran tipe penyakit hatinya. Contohnya, hepatitis kronis dapat menjurus ke:
•Gagal hati
•Penyakit-penyakit pada bagian lain tubuh, seperti kerusakan ginjal atau jumlah darah yang rendah
•Sirosis hati
•    Efek-efek jangka panjang lainnya dapat termasuk:
–    Encephalopathy, adalah memburuknya fungsi otak yang dapat berlanjut ke koma
–    Gastrointestinal bleeding (perdarahan gastrointestinal). Ini termasuk perdarahan esophageal varices, yang merupakan pembesaran vena yang abnormal di esophagus dan/atau didalam perut
–    Kanker hati
–    Peptic ulcers, yang mengikis lapisan perut/lambung

Risiko Pada Orang Lain / Menular
Beberapa penyakit hati sangat menular dan mengemukakan risiko pada orang lain. Contohnya, beberapa bentuk dari hapatitis adalah sangat menular melalui hubungan sexual atau makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit hati lainnya tidak menular seperti biliary atresia.

Perawatan Penyakit
Perawatan untuk penyakit hati termasuk:
•Istirahat di tempat tidur
•Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi
•Hindari obat-obatan yang tidak perlu
•Hindari alkohol
•Makan diet yang berimbang untuk penyakit hati
•Minum obat anti mual jika diperlukan
Perawatan lanjutan tergantung dari tipe dan luasnya penyakit. Contohnya, merawat hapatitis B, hepatitis C dan hepatitis D dapat melibatkan penggunaan obat-obatan

Efek Samping Perawatan
Efek-efek samping akan tergantung dari perawatan-perawatan ynag digunakan untuk penyakit hati. Antibiotik dapat menyebabkan gangguan lambung atau reaksi alergi. Efek-efek samping dari interferon termasuk penyakit yang seperti flu, dengan demam dan seluruh tubuh sakit.
Suatu transplantasi hati dapat menyebabkan banyak komplikasi-komplikasi, termasuk kegagalan atau penolakan dari hati yang baru. Sesudah transplantasi hati, seseorang perlu meminum obat anti penolakan yang kuat selama hidupnya. Karena obat-obatan ini bertentangan dengan fungsi normal sistim imun, mereka meningkatkan risiko seseorang untuk infeksi-infeksi dan tipe-tipe tertentu dari kanker.

Yang Terjadi Setelah Perawatan
Apa yang terjadi setelah perawatan akan tergantung dari tipe penyakit hatinya dan respon terhadap perawatan. Sebagai contoh, seseorang dengan hepatitis A umumnya tidak memerlukan obat-obatan setelah penyakitnya sembuh. Mereka dapat kembali ke gaya kehidupan normal ketika gejala-gejala penyakitnya telah hilang, walaupun mereka masih mempunyai sedikit jaundice (kulit berwarna kuning). Seseorang dengan hepatitis B, hepatitis C atau hepatitis D memerlukan untuk dimonitor untuk efek-efek samping maupun keuntungan-keuntungannya selama dan sesudah perawatan dengan interferon. Perawatan dengan alpha interferon mungkin harus diulangi lagi jika penyakitnya kambuh lagi. Seseorang yang telah menerima transplantasi hati akan diperiksa untuk penyakit lainnya dan juga fungsi hati barunya.

Monitor Penyakit
Memonitor penyakit akan tergantung dari tipe penyakit. Tes-tes fungsi hati dapat dilakukan selama periode kunjungan ke dokter, untuk memonitor penyakitnya dan melihat kerja hatinya. Suatu gejala yang baru atau yang memburuk harus dilaporkan ke dokter. Status dari hati mungkin memerlukan biopsi hati yang berulang. Keputusan-keputusan untuk perawatan lanjutan atau transplantasi hati sering dibuat atas dasar tes-tes ini.

Langkah-langkah untuk merawat Hati agar tetap sehat
hati adalah organ tubuh yang sangat vital. Ada baiknya menjaga fungsi hati agar tetap sehat. Sebab organ satu ini mempunyai berbagai fungsi seperti tersebut diatas, mendetoksifikasi racun-racun di dalam tubuh, melakukan sintesa protein, dan memproduksi zat-zat biokimia yang sangat penting untuk proses pencernaan. Hati penting dalam upaya bertahan hidup dan gagalnya fungsi hati akan sangat membahayakan kehidupan. Bagaimanakah caranya menyayangi hati supaya bekerja dengan maksimal? Simak uraian berikut ini:
1.    Dengarkan tubuh Anda, jangan makan kalau tidak lapar. Anda tidak harus selalu makan 3 kali sehari dengan jam yang sama, kecuali jika Anda lapar. Akan lebih sehat kalau Anda menyesuaikan waktu makan berdasarkan rasa lapar, bukan berdasarkan kebiasaan waktu. Jika Anda makan teratur, bahkan saat Anda tidak lapar, maka hati harus bekerja lebih keras, sehingga justru memicu kerusakan hati.
2.    Perbanyak minum air, Cara ini bisa membantu membersihkan hati dan ginjal. Tubuh Anda memerlukan air dalam jumlah kecil tetapi dalam frekuensi tinggi. Jika tidak, sel-sel tubuh akan mengerut akibat dehidrasi dan membran-membran tubuh mengering.
3.    Hindari gula dalam jumlah besar, khususnya gula sederhana, karena hati akan mengubah gula menjadi lemak dan kolesterol. Lemak bisa memicu kerusakan organ. Selain itu, lemak-lemak ini akan dikirm ke area penyimpanan seperti paha, pantat dan perut. Pada akhirnya, konsumsi gula berlebih akan memicu kenaikan kadar trigliserida dalam darah. Hal ini berisiko memicu penyakit kardiovaskular.
4.    Hindari pemais-pemanis buatan, karena pemanis buatan ini akan meracuni hati dan menyebabkan hipoglikemia serta kelelahan. Jika harus mengonsumsi sesuatu yang manis, pilihlah buah segar atau yang telah dikeringkan dengan sinar matahari atau madu.
5.    Jangan terobsesi dengan takaran kalori, Anda cukup berhenti makan begitu mulai merasa kenyang. Abaikan skala berat badan, karena tujuan Anda adalah membersihkan tubuh dan meremajakan seluruh sistem metabolisme, bukan menurunkan berat badan. Berat badan akan berkurang seiring dengan perbaikan fungsi hati. Tidak perlu membebani pikiran Anda dengan skala kenaikan atau penurunan berat badan.
6.    Hindari makanan yang membuat Anda alergi, Belajarlah dari pengalaman dan kenali makanan yang membuat Anda alergi. Selain itu, pastikan mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh, karena proses pencernaan dimulai dengan pertemuan air ludah dan makanan di mulut. Seiring dengan usia, produksi  hydrochloric acid di lambung semakin menurun sehingga tidak mencukupi jumlah yang diperlukan untuk mencerna protein. Hal ini bisa diatasi dengan cara minum satu gelas kecil air yang mengandung satu sendok teh cuka sari apel saat mengonsumsi makanan sumber protein.
7.    Perhatikan kebersihan usus. Hati harus menyaring dan menghancurkan bakteri dan virus yang terdapat di dalam makanan. Terlalu banyak organisme, seperti salmonella dan bakteri shigella, akan membuat Anda sakit dan memicu kerusakan hati  permanen. Untuk mengurangi risiko ini, pastikan hanya mengonsumsi makanan segar dan hindari memanaskan makanan secara berulang. Bakteri mudah berkembang biak pada makanan masak yang disimpan, khususnya daging. Jangan memanaskan makanan lebih dari sekali. Dan jangan lupa mencuci tangan sebelum makan.
8.    Hindari memakan makanan olahan yang diawetkan, juga banyak mengandung organisme jahat yang berada dalam keadaan tidak aktif. Begitu makanan ini menyentuh usus, maka pengawet akan terlepas dan organisme jahat tersebut mulai tumbuh di dalam tubuh. Karena itu, ada baiknya membatasi dan menghindari makanan berpengawet, khususnya daging.
9.    Jangan makan saat stres atau cemas karena saat ini, aliran darah dialihkan dari usus dan hati ke area tubuh lainnya.
10.    Cara Pencegahan untuk mengurangi risiko penyakit infeksi hati lainnya, ada beberapa tapi tidak semua penyakit hati dapat dicegah, Contohnya, hepatitis A dan hepatitis B
– dapat dicegah dengan vaksinasi,
–    Mempraktekan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti diapers,
–    Menghindari meminum atau memakai air kran jika berpergian ke luar negri
–    Menghindari memakai obat terlarang, terutama penggunaan bersama alat suntik
–    Melakukan hubungan sex yang aman
–    Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku
–    Menghindari bahan racun dan konsumsi alkohol berlebihan
–    Gunakan bat-obatan seperti yang dianjurkan
–    Gunakan kehati-hatian pada produk-produk kimia industri
–    Makanlah diet yang berimbang baik menurut petunjuk piramid dari makanan
–    Dapatkan satu suntikan dari immune globulin sesudah terpapar pada hepatitis A

Semoga Bermanfaat

I Nyoman Sridana, S.Kes.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *